Mamuju

Selasa, 12 Juni 2018 | 21:24

Mamuju, Sulbarkita.com -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai Golkar Sulawesi Barat, Ibnu Munzir gelisah melihat kondisi partainya saat ini. Sebab di Sulbar, partai berlambang beringin tersebut mengalami penurunan prestasi, termasuk dalam perolehan suara di pemilihan umum. Ia menyesalkan mesin partai yang tidak bekerja maksimal.

“Dinamika politik tinggi, kinerja organisasi tidak berjalan sesuai yang diharapkan,” ujarnya kepada Sulbarkita.com, Minggu malam, 10 Juni 2018. Hal tersebut ia ungkapkan usai menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke- IX, DPD Golkar Mamuju, di M-Café, Jalan Pongtiku, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, 10 Juni 2018.

Munzir menyebut lemahnya pergerakan partai pimpinan Airlangga Hartarto ini disebabkan kondisi internal dan eksternal di Sulbar. Persoalan internalnya adalah soliditas partai yang tidak baik atau terpecah-pecah. Sehingga tantangan dari luar seperti keberadaan partai politik lain tidak mampu terjawab.

Karenanya, Munzir berharap kepada setiap kader Golkar untuk solid agar tujuan partai dapat tercapai. “Kita harus mengkonsolidasi partai mulai dari tingkat paling bawah, yaitu desa atau kelurahan hingga tingkat provinsi di Sulbar, juga melaksanakan program kerja dengan baik,” ucapnya.

Ibnu Munzir lahir pada 11 November 1960 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ia dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 pada 10 Januari 2016 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Enny Anggraeny Anwar yang mundur karena mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulawesi Barat di Pilkada 2017.

Munzir semula bertugas di Komisi 9 DPR-RI yang membidangi Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kependudukan dan Kesehatan. Pada awal 2018 ia menjadi wakil ketua menggantikan Muhidin Mohamad Said di komisi 5 yang membidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Adapun Golkar Sulawesi Barat merupakan peraih suara terbanyak untuk calon legislatif (caleg) DPR RI dalam pileg 9 April 2014. Dilansir dari antaranews.com, pada 25 April 2014 Golkar merebut satu tiket ke Senayan dengan jumlah 123.059 suara untuk calon nomor urut dua, Enny Anggraeni Anwar yang merupakan istri Gubernur Sulbar ketika itu, Anwar Adnan Saleh.

Tiga tahun kemudian, publik dikejutkan atas hengkangnya Anwar ke partai NasDem. Ia mengambil keputusan itu setelah sepakat dengan istrinya. Hal tersebut mengubah peta politik di Sulbar dan berdampak buruk bagi kekuatan Golkar karena kehilangan Anwar yang merupakan salah satu kader terbaik. ERI | ANTARA | WIKIDPR



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas