Mamuju

Selasa, 22 April 2025 | 20:43

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar/ Ist

Mamuju, https://registration.ecc.gov.jm -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar, dr. Marintani Erna Dochri menampik kabar penolakan pasien korban kecelakaan bernama Hendra, 40, Tahun, warga Kabupaten Polewali Mandar, pada Senin, 21 April 2025. Ia menampik kabar pihak RSUD Sulbar menolak penanganan korban tersebut sehingga menuai kritikan dari masyarakat.

"Kami tidak pernah menolak pasien, tapi menyarankan ke rumah sakit terdekat, karena kondisi IGD yang tidak memungkinkan karena bed penuh dan bahkan sebagian pasien ada yang duduk di kursi,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa, 22 April 2025.

Menurut dr. Marintani, pihaknya telah memberikan fasilitas berupa kursi kepada korban, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk penanganan lebih jauh. “Sesuai SOP, sebenarnya tidak boleh ada pasien di kursi tapi kami berpikir kemanusiaan sehingga ditangani dulu. Namun saat korban datang sudah sangat tidak memungkinkan untuk ditangani di IGD,” katanya. “Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk memberikan pelayan yang lebih baik kepada masyarakat,” ucapnya menambahkan.

Setali tiga uang, Dokter IGD RSUD Sulbar juga membantah berita penolakan pasien yang ingin mendapatkan tindakan medis. "Saya sendiri yang langsung melayani pasien saat datang dan saat itu pasien masih dalam keadaan sadar. Namun karena full IGD dan ada beberapa pasien juga berada di lorong IGD hingga sebagian di kursi sehingga kami memintanya untuk dibawa ke RSUD terdekat," katanya.

Dalam keterangan pihak RSUD Sulbar, pasien tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Bahayangkara, Mamuju. "Makanya saat itu kami meminta maaf, dan menyarankan ke rumah sakit terdekat. Tak lama berselang, pasien bersama keluarganya pulang dan membawanya ke RS Bhayangkara," katanya.

Erisusanto



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas