Advertorial

Minggu, 11 Mei 2025 | 17:28

Mamuju, Sulbarkita.com -- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik (Kominfopers) Pemprov Sulbar, Mustari Mula menilai kehadiran Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) memberikan harapan besar. Program Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) itu menurutnya dapat mempercepat penyelesaian 279 titik blankspot internet di Sulbar.

“Hingga saat ini Mei 2025 tercatat 279 titik blankspot fasilitas layanan publik, terdiri dari 90 Desa, 46 SMA, 68 SMK, 13 SLB dan 62 Puskemas yang tersebar di enam Kabupaten se-Sulbar,” ujar Mustari, Sabtu, 10 Mei 2025.

Menurut Mustari, terdapat 83 desa di Sulbar dengan kondisi sinyal yang lemah, sehingga pihaknya terus berusaha agar titik blankspot tersebut menjadi prioritas Komdigi untuk mendapatkan bantuan internet dari satelit SATRIA-1. “Tentu ini perjuangan tidak mudah, sebab berkurangnya jumlah wilayah 3T di Indonesia membuat kompetisi untuk mendapatkan perhatian antar sesama wilayah Non 3T menjadi sangat tinggi,” kata Mustari.

Mustari mengatakan, pihaknya juga mendorong segmen pemukiman dan jalur pelintasan jalan yang berbasis pada internet mobile dengan teknologi 4G seluler menggunakan BTS yang diusulkan melalui aplikasi SIGNAL pada Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi.

"24 persen wilayah Sulbar pada segmen ini masih membutuhkan penyediaan sinyal seluler dengan tantangan sebagian besar daerah tersebut secara geografis dan populasi kurang komersial bagi operator seluler," ucap Mustari. "Ini merupakan upaya nyata dalam rangka mempercepat tersedianya layanan internet bagi seluruh warga masyarakat di wilayah blankspot dan lemah sinyal, dengan harapan seluruh Pemkab dapat merespon dengan kerjasama yang baik dan cepat," katanya menambahkan. ADV



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas