Mamuju

Selasa, 27 Maret 2018 | 09:53

Dampak banjir bandang Mamuju/Sulbarkita-Eri

Mamuju, Sulbarkita.com -- Kemunculan seorang pria tua misterius sempat menggemparkan warga Perumahan H. Basir, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kabarnya, ia datang ke rumah-rumah warga, meminta segelas air sebagai pelepas dahaga. Namun warga yang takut atas kehadiran pria itu sontak mengusirnya, menghindari terjadinya hal-hal yang tidak mereka inginkan.

Menurut sejumlah warga, peristiwa itu terjadi dua hari sebelum banjir melanda Mamuju beberapa waktu lalu. Saat tak mendapat sedikit pun air minum dari warga, pria berpakaian compang-camping itu pun mengeluarkan sumpah-serapah. “Kalian akan melihat air yang banyak menggenangi rumah-rumah kalian,” ujar salah seorang warga yang menolak disebut namanya.

Bak mantra, ucapan itu berbuah petaka. Banjir benar-benar menggulung rumah warga di Mamuju pekan lalu. Warga pun lantas menerka-nerka, apakah pria misterius itu adalah "Dato", makhluk astral penjaga kampung. “Peristiwa ini adalah teguran buat warga,” ungkap salah seorang warga Jalan Martadinata, Kelurahan Binanga.

Kabar kemunculan bapak tua itu membuat warga merinding. Salah satunya Rahmania, 38 tahun, warga Jalan Abd. Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro. Ia mendengar kabar tersebut dari warga lain. “Bulu kuduk saya berdiri saat orang-orang menceritakan si bapak tua,” ujarnya kepada Sulbarkita.com, 26 Maret 2018.

Rahmania menambahkan, warga juga lantas menghubungkan bencana banjir dengan pembunuhan seekor buaya di Sungai Karema. “Saya percaya kabar tersebut dan menganggap bahwa banjir ini adalah kutukan," kata dia.

Banjir Mamuju terjadi setelah Sungai Karema meluap karena hujan turun sejak Kamis dinihari, 22 Maret 2018. Peristiwa itu menghanyutkan puluhan rumah dan menelan satu korban jiwa yakni aparat kepolisian yang sedang bertugas.

Warga yang terkena dampak banjir kini masih berada di posko-posko penanggulangan bencana. Menurut data Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat, korban sejauh ini mencapai 1.089 kepala keluarga atau 3.267 jiwa. [ERI]



Komentar Untuk Berita Ini (2)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas