Majene, Sulbarkita.com – Kendati bencana tsunami dan gempa sudah berakhir di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mencatat daerahnya masih menampung sekitar seribu orang korban bencana tersebut. Mereka tersebar di berbagai titik di rumah kerabatnya.
Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan pihaknya berupaya maksimal membantu para pengungsi. Kendati ia menyadari, Pemkab Majene memiliki keterbatasan untuk membantu para korban gempa. "Mulai pemerintah desa hingga kabupaten akan memperhatikan ini," ujarnya saat menyalurkan bantuan pada para pengungsi di Kantor Kecamatan Pamboang, Senin, 22 Oktober 2018.
Dalam kesempatan yang sama, Fahmi sekaligus mengimbau pengungsi untuk tak mengabaikan sekolah anak-anak korban gempa. Caranya dengan melapor ke pemerintah ihwal data diri dan status pendidikan anak mereka. Dengan demikian Pemkab bisa membantu anak-anak tersebut untuk sementara melanjutkan sekolah di daerah pengungsian. "Saya berharap tidak ada yang putus sekolah," kata dia
Pekan ini Pemkab Majene memberi bantuan kepada 77 kepala keluarga atau 181 orang pengungsi gempa Palu dan Donggala. Mereka sementara ini tinggal di beberapa kecamatan, kecuali Tubo dan Ulumanda.
MUHAMMAD ASHARI
Kamis, 25 Oktober 2018 | 04:22
Pengungsi gempa dan tsunami Sulteng di Majene/Sulbarkita.com-Ashari
Berita Terkait
- WAWANCARA KHUSUS RIDWAN ALIMUDDIN; Padewakang, Antara Misi Budaya dan Agama
- Menteri Puan dan Wakapolri Temui Korban Banjir Mamuju
- Ketua DPRD Sulbar Hadiri Pembukaan Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Walet dan Jagung
- Dikunjungi Nelayan, Sudarman AR Beri Gagasan Pemasaran Ikan
- Wagub Sulbar Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Karama Polman

Komentar Untuk Berita Ini (0)
Posting komentar