Advertorial

Jumat, 10 Januari 2020 | 23:29

Kepala Desa Bukit Samang, Andi Gunawan bersama warga menggotong perahu ke laut/ Sulbarkita.com

Majene, Sulbarkit.com -- Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Samang, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene menyerahkan bantuan 5 unit Perahu Sandeq kepada warganya, Jumat, 10 Januari 2020. Penyerahan bantuan berupa perahu tradisional suku Mandar itu diperuntukkan bagi nelayan non aktif atau yang tidak lagi melaut karena tidak memiliki peralatan tangkap ikan.

Perahu Sandeq dengan panjang 8,5 meter dan lebar sekitar 30 sampai 80 centimeter itu juga dilengkapi mesin katinting dan alat tangkap ikan berupa jaring. Perahu dibuat di Lingkungan Labuang, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara Desa Bukit Samang.

Setelah ritual adat atau memanjatkan doa keselamatan kepada sang pencipta yang disebut Makkuliwa di lokasi pembuatan perahu, warga pun menggotong ke 5 perahu tersebut ke laut untuk dikendarai menuju Desa Bukit Samang. Kedatangan perahu di Desa Bukit Samang disambut antusias puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari tetua kampung, ibu rumah tangga hingga anak-anak.

Doa bersama atau Makkuliwa

 

Saking bangganya dengan bantuan yang kali pertama dilakukan Pemdes di Majene tersebut, salah seorang warga Lingkungan Labuang, Saparuddin, 60 Tahun, yang sebelumnya merupakan warga Desa Bukit Samang menginginkan pula bantuan perahu. “Saya rasanya ingin kembali menjadi warga di desa ini,” kata dia.

Menurut Kepala Desa Bukit Samang, Andi Gunawan, program bantuan yang menelan dana senilai Rp 120 juta itu bertujuan untuk memotivasi warga agar kembali melaut, karena profesi nelayan merupakan sumber mata pencaharian yang dilakoni warga di desanya sejak dulu.

“Orang tua kami dulunya adalah pelaut, tapi kebanyakan masyarakat beralih profesi menjadi buruh bangunan meskipun pekerjaan itu tidak selalu ada. Itu karena mereka tergiur gaji buruh yang bisa didapatkan setiap hari kerja. Padahal keuntungan yang dapat diperoleh menjadi nelayan bisa lebih tinggi,” kata Gunawan kepada Sulbarkita.com di sela-sela penyerahan bantuan.

Warga sambut kedatangan Perahu Sandeq

 

Program bantuan perahu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2019. “Tahun ini baru kami luncurkan karena perahu sudah siap digunakan,” tutur Gunawan.

Kendati demikian, kata Gunawan, bantuan perahu yang dinaungi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut merupakan hak pakai, bukan hak milik. Boleh jadi perahu itu dipindahtangankan. Untuk itu, Pemdes akan membuat Peraturan Kepala Desa (Perkades) sebagai rujukan bagi penerima bantuan.

“Setiap perahu digunakan oleh 2 orang. Kalau mereka tidak maksimal bekerja sesuai ketentuan, maka perahu akan dialihkan ke nelayan yang lain. Kemudian, Pemdes akan membantu nelayan memasarkan tangkapan ikannya. Adapun hasil penjualannya akan dipotong 10 persen sebagai Penghasilan Asli Desa (PAD). Mekanismenya semua akan diatur,” ucap Gunawan.

Kepala Desa Bukit Samang bersama tokoh masyarakat

 

Gunawan pun berharap melalui bantuan tersebut, tingkat pengangguran masyarakat di desanya dapat berkurang. Meskipun tahun ini bantuan perahu relatif sedikit, namun pihaknya akan merencanakan lagi program tersebut ke depan. “Kami ingin mencoba dulu, kalau ini berjalan sukses maka program ini akan terus kami lanjutkan,” ucapnya.

Penerima bantuan perahu, Empe, 42 Tahun, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemdes Bukit Samang karena dengan perahu tersebut, ia dapat menjalani kembali profesinya sebagai nelayan yang ia lakoni sejak kecil. “Perahu saya sebelumnya sudah rusak. Alhamdulillah, dengan bantuan ini saya dapat kembali melaut untuk menghidupi keluarga saya,” kata dia usai menerima bantuan.

Baca Juga:

Bukit Samang Menuju Desa Wisata di Majene

 

Advertorial



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas