Budaya

Selasa, 17 April 2018 | 05:45

tanaman berkhasiat Mandar/wikipedia-ebay-khasiat.com

Suku Mandar tidak hanya dikenal dengan beragam budaya dan adat istiadatnya. Suku yang mendiami sebagian besar wilayah Sulawesi Barat itu juga memiliki tabib-tabib yang “sakti” mengobati berbagai penyakit. Berikut tiga jenis tumbuhan liar yang menjadi rahasia bahan pengobatan mereka.

Daun Angguni untuk Luka dan Penyakit Dalam

Rumput minjangan dengan nama latin Chromolaena Odorata merupakan salah satu jenis tumbuhan dari famili Compositae. Pinggiran daunnya bergerigi dengan bulu-bulu halus di permukaan daun. Tanaman jenis ini dapat dengan mudah tumbuh di daerah tropis.

Di Sulbar, khususnya suku Mandar, rumput minjangan diberi nama daun angguni atau kopasanda. Selama ratusan tahun masyarakat Mandar mengenal tanaman ini sebagai obat yang ampuh untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Salah satunya luka sayatan di kulit.

Cara pengobatannya sangat sederhana, yakni daun angguni yang masih muda dilumatkan terlebih dulu menggunakan air bersih, kemudian sarinya diteteskan ke ke bagian kulit yang terluka. Tentunya kulit yang terluka itu lebih dulu dibersihkan dengan air. Efeknya memang perih, tapi khasiatnya akan segara terasa karena luka akan segera kering.

Selain untuk luka, sari daun angguni juga dipercaya orang Mandar berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dalam, dengan cara meminum ekstrak daunnya. Seperti diabetes, melancarkan peredaran darah, penyumbatan darah, Infeksi kulit, borok, gatal pada kulit, eksim, bengkak, dan anti Inflamasi atau peradangan.

Menurut sejumlah penelitan, daun angguni mengandung beberapa senyawa utama seperti tannin yang bermanfaat sebagai antioksidan, fenol yang berguna untuk antiseptik, flavonoid yang ampuh mengusir virus dalam darah, dan saponin yang berguna sebagai anti jamur.

Calle-Calle untuk Kulit Hingga Nyeri Haid

Passiflora Foetida dikenal masyarakat Indonesia bernama rombusa atau emot, di Mandar tanaman liar ini sering disebut calle-calle. Masyarakat Mandar cukup akrab dengan tanaman menjalar ini karena buahnya sebesar kelereng rasanya manis dan bentuk isi mirip markisa.

Masyarakat Mandar memanfaatkan buahnya—yang matang berubah dari hijau ke merah-untuk mencegah dehidrasi. Zat yang terkandung dalam buah calle-calle yakni kalsium dan antioksidam sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kalsium berguna untuk kesehatan tulang, gigi, dan gusi. Juga berguna untuk memproduksi sel darah merah sehingga ampuh mencegah anemia. Sedangkan anti-oksidan yang terdiri dari vitamin C, flavonoid dan potasium untuk menangkal radikal bebas.

Selain buah, daun tumbuhan calle-calle juga dipercaya suku Mandar untuk meredakan rasa nyeri pada bagian kulit yang terluka. Cara menggunakannya yakni menempelkan daun calle-calle yang telah dilumatkan ke bagian kulit yang terluka. Maklum saja, tanaman ini mengandung zat ethanol yang bermanfaat sebagai anti-oksidan. Sehingga diyakini bisa mengobati luka bakar, kudis, dan meredakan nyeri haid.

Khasiat lain tumbuhan ini bagi suku Mandar adalah meredakan batuk akibat paru-paru panas, radang kelenjar getah bening leher, sulit tidur (insomnia), kelelahan kronis yang abnormal, darah tinggi, bengkak (edema), kencing berlemak (chyluria), koreng, skabies, borok (ulcus) pada kaki.

Kai-kaiq untuk Malaria Hingga Kanker

Tumbuhan jarong atau pecut kuda (Achyranthes Aspera) dikenal bernama Kai-kaiq di Mandar. Pohonnya memiliki cabang yang banyak dengan ketinggian rata-rata 40 – 50 cm, namun dapat tumbuh hingga 1 meter. Ciri-ciri daunnya berbentuk oval dan pinggiran yang bergerigi dengan ukuran sekitar 5 x 3 cm. Bunganya berwarna ungu dan memiliki tangkai berbentuk silinder. Disepanjang tangkai terdapat biji-bijian yang berwarna hitam.

Masyarakat Mandar memanfaatkan tumbuhan ini sebagai pakan ternak, tapi juga digunakan untuk mengobati penyakit Malaria dengan cara meminum ekstak daun segar yang telah direbus dengan air.

Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman ini adalah reliosa, ramnosa, alkaloid akirantin, glokosa dan glaktosa. Pada bagian biji mengandung hentriakkontan dan sapogenin. Sedangkan pada bagian akar mengandung betain, ecdysterone, triterpenoid, dan saponins.

Khasiat lain dari tanaman kai-kaiq bagi suku Mandar adalah mengatasi radang tenggorokan, mengobati amandel, meredakan batuk, mengatasi infeksi saluran kemih, obat peradangan liver, mencegah rematik, pelancar haid, mencegah keputihan, obat hepatitis, mengatasi penyakit kulit, anti-kanker, mengatasi jamur, dan menyegarkan tubuh. 

ERISUSANTO | HERBALNUSANTARA.COM | MANFAATDAUNOBAT



Komentar Untuk Berita Ini (1)

  • Edi susanto Kamis, 12 September 2019

    Tanaman ini sangat membantu pada keluarga kami cara d rebus dan d pakai campuran mandi atau minum seperlunya

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas