Polewali Mandar

Senin, 01 April 2019 | 19:54

Mobil Damkar Polman Tujuh Tahun Tidak Beroperasi/Sulbarkita.com-Ahmad

Polman, Sulbarkita.com -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Polman, Aco Djalaluddin mengeluhkan kondisi mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tidak dapat berfungsi efektif. Hal itu mengakibatkan ia terkendala saat penanganan bencana kebakaran yang terjadi di Polman.

“Inilah kendala kami, makanya saat terjadi kebakaran, kami sulit untuk bekerja maksimal,” kata Aco saat ditemui di ruangan kekrjanya Senin, 1 April 2019.

Menurut Aco, saat ini Damkar di kecamatan hanya dua unit yang berfungsi. Yakni di Kecamatan Tinambung dan Wonomulyo. Sementara di Kecamatan Campalagian, satu unit Damkar rusak parah.

“Oleh karena itu, Damkar dimasukkan ke bengkel untuk perbaikan. Namun alatnya hanya bisa dijumpai di Surabaya, Jawa Timur. Jadi harus dikirim ke sana dulu, karena itu bukan mobil biasa,” ujarnya.

Selain itu kata Aco, alat penyemprot Damkar juga mengalami kerusakan. Harga alat itu cukup mahal, yakni sebesar 40 juta rupiah per-unit. Sebab itu, Aco menyarankan kepada pemerintah daerah agar membeli mobil baru yang harganya kurang lebih 2 miliar rupiah.

“Mudah-mudahan tahun ini ada pengadaan Damkar. Saya sudah usulkan, tapi kami melihat kemampuan anggaran. Waktu kami ke Pekanbaru, Riau, kami bertanya harga alat penyemprot itu, harganya 40 juta rupiah. Jadi lebih baik beli alat aslinya,” kata dia.

Aco menambahkan, saat ini Damkar berada dibawah naungan Satpol PP berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sebagai mitra kerja. “Personel Damkar sendiri tetap siap siaga. Di sini ada 82 personel, jadi paling satu atau dua rumah yang habis terbakar kalau terjadi kebakaran,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar mengatakan, Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Damkar yang kurang aktif itu memberikan informasi terkait permasalahan kondisi armada damkar.

“Ada dua mobil yang tidak digunakan di rumah, tinggal dipasangi tenda dan dibelikan alat yang harganya 15 juta rupiah per unit. Kalau beli 10 unit, itu tidak menganggu anggaran daerah,” kata Ibrahim saat ditemui ketika meninjau bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman, Rabu 27 Maret lalu.

Klik: Warisan Sulsel, Damkar Di Polman Dinilai Kuno

Kepada Sulbarkita.com Kamis, 21 Maret lalu, Ketua Lembaga Pengawasan, Pengkajian, Pengembangan dan Pembangunan Pemerintah (LP5) Sulbar, Suaib Asyur mengatakan, mobil Damkar ini merupakan warisan Provinsi Sulawesi Selatan sebelum wilayah Polman tergabung dalam Provinsi Sulawesi Barat.

Yaitu pada masa pemerintahan Bupati dua periode, S. Mengga pada 1980 – 1990. Dimana, saat ini terdapat 4 unit Damkar di Ibukota Polman, yakni Polewali yang hanya satu unit saja berfungsi dengan baik. Sementara yang lainnya mengalami rusak parah, termasuk satu unit Damkar yang ada di Kecamatan Campalagian.

Ahmad G



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas