Advertorial

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 03:56

Komunitas Pencinta Alam dan Hewan Pamerkan Satwa Liar/ Sulbarkita.com-Ahmad

Polman, Sulbarkita.com -- Sejumlah satwa liar seperti, Buaya, Iguana, Burung Elang dan berbagai jenis Ular mulai dari ukuran kecil hingga besar menarik perhatian pengunjung yang hadir dalam pembukaan Polewali Mandar Expo 2019, Jumat 2 Agustus.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dalam event Polewali Mandar Folk and Art Festival (PIFAF). Ratusan masyarakat berjubel antri di stand konservasi alam Sulbar hanya untuk melihat secara langsung beberapa satwa yang dipamerkan Komunitas pencinta hewan dan Dinas Kehutanan Sulbar tersebut.

Beberapa pengunjung sangat senang dapat menyentuh langsung satwa tersebut. Namun ada juga beberapa pengunjung yang terlihat takut hingga lari terbirit-birit ketika ular yang dibawa oleh pawangnya mendekati mereka.

Kepala Bidang PHKSDAE, Dinas Kehutanan, Sulbar, Nenny Tandi Rapak mengatakan, hewan yang dibawa ini tidak berbahaya bagi pengunjung, apalagi ada pawangnya yang mendampingi. “ini adalah aktifitas komunitas yang bergerak dibidang konservasi alam dari Mamuju. Ada delapan ular dan buaya yang dibawa oleh Manakarra Pets,” kata dia.

Menurut Nenny, di stand tersebut juga hadir para penggiat konservasi alam yang mempromosikan produk kerajinan dan makanan hasil hutan. Bahkan, kata Nenny, produk hasil hutan yang dijadikan obat penambah kejantanan pria dewasa juga ikut dipamerkan.

“Kegiatan ini kami harapkan menjadi edukasi bagi masyarakat tentang konservasi alam. Hasil hutan dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat,” ujar Nenny.

Ditempat yang sama, Penggiat pecinta alam dari komunitas Manakarra Pets, Angga mengajak masyarakat berkunjung ke stand konservasi alam di Polman expo. Di stand itu, masyarakat dapat menambah wawasannya mengenai alam, satwa liar dan reptil.

“Kami dari beberapa komunitas pencinta alam dan hewan, disatukan dalam Manakarra Pets. Reptil dan satwa liar yang ditampilkan mulai umur dua hingga tujuh tahun,” tutur Angga.

Angga sudah tiga tahun berkecimpung dalam dunia reptil maupun satwa liar. Hewan-hewan tersebut dapat dijinakkan karena ia telah memeliharanya sejak bayi. “Ular yang ditangkap masih bayi. Memang liar dan masih galak, tetapi jika sudah mulai dirawat maka akan lebih mudah dijinakkan,” katanya.

Advertorial



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas