Majene

Kamis, 07 November 2019 | 15:22

Ilustrasi Rumah Singgah Pasien/Sumber: dtpeduli.org

Majene, Sulbarkita.com -- Bupati Majene, Fahmi Massiara berencana membangun rumah singgah pasien di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2020 mendatang. Rumah singgah ini diperuntukkan bagi warga miskin Majene yang akan berobat ke rumah sakit di Makassar.

Menurut Fahmi, pembangunan rumah singgah ini akan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran mendesak lainnya, seperti dana Pilkada dan kenaikan Iuran BPJS. “Rumah singgah telah kami pikirkan dengan catatan kondisi anggaran sudah normal kembali,” ujar Fahmi, Senin, 4 November 2019.

Nominal anggaran yang dibutuhkan akan dibicarakan terlebih dahulu dengan konsultan perencana. “Pemerintah akan menjual aset yang sudah tidak produktif di Makassar untuk membeli rumah di sekitar rumah sakit rujukan di Makassar,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Majene, Kasman Kabil menyebut pembiayaan daerah pada 2020 mendatang cukup berat. “Pembiayaan kita cukup berat tahun depan, seperti Pilkada, iuran BPJS, dan dana kelurahan. Di sisi lain kapasitas keungan menurun, dana perimbangan dari pusat menurun sekitar 9 Miliar rupiah,” kata dia, Rabu, 6 November 2019.

Rumah singgah pasien ini mulanya digagas pengurus Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I) sejak empat tahun lalu. Hal itu lantaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene masih mengalami keterbatasan dalam memfasilitasi pengobatan pasien.

Ketua Umum IM3I, Andi Dwi Sasmianto mengatakan, rumah singgah pasien ini merupakan gagasan kolektif yang terwariskan kepada setiap Kader IM3I. Semangat itu diteruskan dari masa ke masa dengan cara memasukannya ke dalam program kerja prioritas divisi Hubungan Masyarakat IM3I.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap banyaknya warga Majene yang dirujuk ke berbagai rumah sakit di Makassar,” kata Andi Dwi.

Selama ini pengurus IM3I mengawal pasien yang dirujuk ke Makassar dalam bentuk bantuan pengurusan administrasi rumah sakit, pengambilan darah, pembelian obat-obatan di apotek luar rumah sakit dan menjadikan sekretariat IM3I sebagai tempat menginap pasien Majene.

“Kami tetap melakukan pendampingan kepada setiap pasien sembari terus mendesak Pemkab Majene agar rumah singgah ini segera dibangun,” ujar Andi Dwi.

Andi Dwi mengatakan, gagasan tersebut berulang kali ditolak oleh Pemkab dengan alasan keterbatasan anggaran. “Bahkan kami telah memaparkan konsep rumah singgah pasien ini di hadapan Pemerintah Majene, namun tetap ditolak dengan alasan yang sama,” tuturnya.

Puncaknya pada 16 September 2019 bertepatan pelantikan anggota DPRD Majene. Mahasiswa melakukan unjuk rasa meminta komitmen legislator Majene untuk turut mendorong pengadaan rumah singgah pasien itu.

Tuntutan tersebut akhirnya diterima setelah pengurus IM3I memaparkan kembali konsep Rumah Singgah Pasien bersama legislatif dan eksekutif, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, pada Jumat, 18 Oktober 2019 lalu.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya membangun rumah singgah tersebut, namun ikut andil dalam pengelolaanya ke depan,” kata Andi Dwi.

Kabar ini pertamakali disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene, Adi Ahsan. Ia menyebut rumah singgah pasien ini akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. “Bupati Majene merespons positif rencana ini,” ujarnya Kamis, 24 Oktober 2019.

Pada tahap pertama, Pemkab akan menyewa rumah yang berada dekat fasilitas kesehatan di Makassar. Hal itu agar program tersebut dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat ini. “Andai pemerintah belum bisa membiayai melalui APBD tahun ini, saya akan talangi dulu sewa menggunakan dana pribadi, nanti tahun depan dianggarkan,” ucap Adi Ahsan.

Sementara untuk pengelolaan rumah singgah sementara tersebut akan ditangani organisasi mahasiswa di Makassar, yaitu Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I). “Saya akan mengajak pengurus IM3I dan Dinas Kesehatan untuk membahas sistem pengelolaannya,” kata Adi Ahsan.

Muhammad Ashari



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas