Advertorial

Kamis, 24 Januari 2019 | 01:02

Gubernur Sulbar Menerima Kunjungan BKKBN Pusat di Mamuju/ Sulbarkita.com

Mamuju, Sulbarkita.com -- Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menerima kunjungan Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Prof. Muh. Rizal Martua Damanik, di ruang kerjanya, Kamis 24 Januari 2019.

Kedatangan Muh. Rizal bermaksud membicarakan program BKKBN di Sulbar yang mencakup pengembangan pembangunan kependudukan, seperti menekan angka kelahiran, pernikahan usia dini anak, stunting dan penguatan pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengapresiasi berbagai program BKKBN yang dilaksanakan Sulbar. “Saya mengapresiasi adanya program BKKBN di Sulbar, sebab saya melihat hingga saat ini pelaksanaannya sudah sangat bagus,” ujarnya.

Menurut Ali Baal, hal tersebut bukan hanya tanggungjawab BKKBN, namun merupakan tanggung jawab bersama. Olehnya itu, Ali Baal menekankan perlunya kerjasama yang baik dalam menjalankan program BKKBN.

“Membangun kependudukan tanggungjawab bersama, mari kerja keroyokan agar berjalan dengan baik,” kata Ali Baal.

Mantan Bupati Polman dua periode itu menyatakan, salah satu upaya Pemerintah Sulbar dalam pengembangan pembangunan kependudukan yaitu dengan membuat program strategis Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa).

“Program Marasa ini sejalan dengan program yang ada di BKKBN, dimana program ini diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan dan stunting di Sulbar,” kata Ali Baal.

Sementara itu, Muh. Rizal mengungkapkan, Pemerintah Sulbar telah memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan pembangunan kependudukan di daerahnya. Kata Muh. Rizal, perhatian itu dibuktikan berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017.

“Sulbar berhasil menekan angka kelahiran menjadi 2,7 persen dari angka sebelumnya sebesar 3,9 persen di 2012,” kata Muh. Rizal.

Lanjut Muh. Rizal, dengan keberhasilan itu, Sulbar berkontribusi menekan angka kelahiran pada skala nasional, yakni dari angka 2,6 persen menjadi 2,4. “Ini suatu prestasi yang patut dibanggakan, sebab secara nasional mengalami penurunan,” kata dia.

Selain itu, Muh. Rizal mengatakan, Pemerintah Sulbar juga memberikan perhatian terhadap masalah stunting, pernikahan usia dini anak dan pembentukan Kampung KB. “Gubernur telah memberikan respon yang baik terhadap ini, dengan membuat berbagai program strategis yang salah satunya ialah program Marasa,” ucapnya.

Muh. Rizal menambahkan, program tersebut ada di setiap provinsi di Indonesia yang mencakup beberapa pembinaan diantaranya bina keluarga balita, remaja dan lansia.

ADVERTORIAL



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas